Elizabeth Smith, seorang ibu dua anak terkena stroke setelah mengunjungi salon pada Januari 2014. Hasil CT Scan mengungkap, pembuluh arteri pada leher Smith rusak akibat keramas di kursi salon, dengan posisi kepala setengah tenggelam.
Smith melakukan perawatan di di Blowbunny: Blow Dry & Hair Extension Bar, San Diego.
Dalam dunia medis, istilah ini disebut stroke salon kecantikan. Ini merupakan kejadian di mana pembuluh arteri di leher terpotong atau robek. Penyebabnya, hiperekstensi atau gerakan penarikan yang berlebihan saat keramas.
"Ketika salah satu arteri di bagian tengkuk rusak karena beberapa hal, Anda akan mengalami diseksi atau kerusakan di bagian dalam pembuluh darah. Ini menyebabkan aliran darah menjadi tidak normal, memicu gumpalan di otak dan menyebabkan stroke," papar Steven R. Zeiler, MD, Ph.D., kepala penelitian stroke di Johns Hopkins, sebagaimana dilansir Buzzfeed, Rabu (16/3/2016).
Smith mengalami gejala stroke delapan hari setelah berkunjung ke salon.
"Saya merasa lemah pada tangan dan kaki kiri, ada yang tidak benar. Dan saat berdiri, ternyata saya tak bisa melakukannya," ungkapnya.
Ketika tim medis datang, gejala tersebut sudah tak terasa lagi. Namun, enam hari kemudian, Smith merasa mual dan muntah. Dia juga merasa kedinginan, dan kepalanya terasa panas. Smith langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Saya sedikit skeptis ketika harus menceritakan bagaimana klien saya bisa terkena stroke setelah dua minggu ke salon. Namun, ternyata para dokter pun mengetahui bahwa hal ini bisa terjadi," ujar pengacara Smith, Spencer Busby.
Sementara itu, Smith memberi saran kepada teman-temannya untuk memastikan, penata rambut mereka tahu perihal risiko ini. Ternyata, 80 persen penata rambut mengetahui, keramas yang salah bisa membuat seseorang terkena stroke.
Penyebab pasti dari stoke salon kecantikan hingga kini masih belum diketahui lantaran sangat jarang terjadi.
"Belum jelas apa penyebabnya, entah karena leher tertekuk atau karena ada sentakan pada kepala. Ini adalah peristiwa yang langka," ujar Zeiler.
Beberapa bulan menjalani rehabilitasi, Smith menggugat salon dan berusaha menyebarkan berita tentang fenomena yang dialaminya.
Untuk mencegah stroke ini, disarankan untuk memakai kursi dengan bentuk leher yang bisa disesuaikan, dan duduk dengan posisi leher yang benar.
"Gejala umum dari stroke salon kecantikan adalah hilangnya kekuatan anggota tubuh, tiba-tiba merasa lemah pada satu sisi tubuh, kulit wajah terasa 'jatuh', mulai berbicara layaknya orang mabuk, dunia berputar secara horizontal atau vertikal, dan mengalami penglihatan ganda," jelas Zeiler.
