Pekan ASI Dunia tahun ini mengusung tema : Menyusui dan Bekerja . Mari Kita Sukseskan! #pekanasisedunia #WBW2015 .
Berbagai kegiatan menarik diadakan selama Pekan ASI Dunia di berbagai
negara tidak terkecuali di Indonesia. The Urban Mama hari Sabtu tgl 8
Agustus 2015 lalu mengadakan Seminar Breastfeeding di Jakarta. Saya
membawakan materi tips & trik optimalkan
hasil ASI perah yang sebenarnya tidak hanya bermanfaat bagi Mama
bekerja tapi juga untuk Mama yang tidak bekerja tapi perlu memerah, baik
rutin maupun tidak rutin.
Dengan menguasai manajemen laktasi yang benar, Mama bekerja tidak perlu
ragu dan khawatir dapat terus memberikan ASI pada sang buah hati hingga
usia 2 tahun atau lebih.
Nah berikut ini beberapa tips & trik optimalkan hasil ASI perah yang dapat Mama coba :
1. Pahami prinsip produksi & pengeluaran ASI serta kapasitas penyimpanan ASI di dalam payudara
Sekedar mengingatkan Mama mengenai pentingnya kedua hormon yang berperan
dalam proses produksi (hormon prolaktin) dan pengeluaran ASI (hormon
oksitosin). Silahkan baca tulisan lama saya : http://theurbanmama.com/ articles/ hormon-prolaktin-dan-oksito sin.html .
Jadi tidak ada yang namanya shortcut alias jalan pintas seperti
mengkonsumsi berbagai booster ASI supaya produksi ASI banyak tetapi Mama
tidak memerah / menyusui & mengosongkan payudara dengan baik .
Pastikan tidak ada hal-hal yang dapat menghambat kedua hormon tersebut
baik itu karena manajemen laktasi yang tidak baik (termasuk pengosongan
payudara yang tidak baik), adanya penyakit / kelainan anatomi payudara
termasuk riwayat trauma pada payudara, konsumsi obat-obatan tertentu
termasuk beberapa jenis metoda kontrasepsi hormonal, atau juga
kelelahan, stress, dll.
Selain itu besar kecilnya payudara tidak mempengaruhi produksi ASI. Tiap
Mama dikaruniai kapasitas penyimpanan ASI dalam payudara yang berbeda
(bahkan antar payudara pun berbeda), tetapi besar kecilnya kapasitas
penyimpanan ASI tersebut tidak menjadi masalah selama bayi menyusu
sesuai keinginannya atau bila Mama memerah , frekuensi memerah minimal
memperhatikan besarnya kapasitas penyimpanan ASI Mama. Misalnya Mama
yang dikaruniai kapasitas besar cukup memerah per 3 jam sementara yang
dikaruniai kapasitas kecil perlu menambah frekuensi memerahnya. Lihat
gambar di comment untuk ilustrasinya.
2. Persiapan sebelum mulai memerah
Selain practice makes perfect, persiapan juga sangat penting karena akan membantu & mempercepat terjadinya LDR.
Beberapa persiapan yang perlu Mama lakukan diantaranya :
- Siapkan hal-hal yang membantu Mama rileks seperti : foto / rekaman
suara /video anak, makanan minuman favorit, lantunan musik lembut / Al
Quran bagi yang beragama Islam, dll
- Jangan lupa untuk mencuci tangan dan mempersiapkan peralatan pompa & wadah ASI perah yang sudah bersih dan kering
- Duduk bersandar tegak / condong sedikit ke depan karena gravitasi membantu pengeluaran ASI
- Kompres hangat payudara menggunakan lap kecil yang direndam air
hangat. Bila memerah di rumah maka pundak dan punggung juga dapat
dikompres hangat.
- Pijat payudara dengan lembut, difokuskan pada area payudara yang lebih keras / ada gumpalan
3. Pasca memerah dengan alat pompa baik itu manual / elektrik, lanjutkan memijat payudara dan perah dengan tangan.
Mama sejak melahirkan perlu menguasai teknik perah dengan tangan yang
berguna untuk pengosongan payudara yang lebih optimal. Selain itu,
kapanpun Mama tidak dapat memerah dengan alat pompa (misalnya tidak ada
aliran listrik, baterai habis, komponen pompa rusak/hilang/tidak
terbawa) maka Mama tetap dapat memerah.
Dapat dilihat di gambar di comment bahwa pasca memerah dengan alat pompa
dilanjutkan dengan memijat payudara lalu memerah dengan tangan dengan
teknik yang baik maka hasil ASI perah yang didapat bahkan lebih banyak
dari hasil perah dengan alat pompa.
Bila Mama belum menguasai teknik perah tangan yang baik, segera minta bantuan konselor menyusui.
4. Tandem Nursing Pumping (Menyusui dan memerah bersamaan dengan alat pompa) saat bersama bayi.
Mama memosisikan bayi dengan posisi Football Hold / Clutch seperti
gambar di comment, dan payudara yang tidak disusui bersamaan diperah
dengan alat. Teknik ini dapat menstimulasi LDR di kedua payudara dan LDR
dapat terjadi lebih dari 1 x.
5. Atur Frekuensi / Jadwal Memerah
- Upayakan Mama yang tidak bersama bayi sekitar 8-10 jam perlu memerah
paling tidak sebanyak 3 x saat : Ketika tiba di kantor bila jarak rumah
ke kantor jauh, saat istirahat siang, saat waktu Ashar/sebelum pulang.
Harap diingat Mama dengan kapasitas penyimpanan ASI dalam payudara yang
kecil perlu menambah frekuensi perah. Mama sebaiknya tidak melewatkan
jadwal memerah (skip pumping). Payudara yang tidak dikosongkan (tidak
disusui/diperah) dalam jangka waktu 5 jam/lebih dapat menurunkan
produksi ASI (no demand = no supply).
- Per sesi memerah (per payudara/tandem), seperti halnya menyusui yang efektif tidak lama, maksimal selama 25-30 menit
- Tidak melewatkan waktu memerah di dini hari saat kadar hormon prolaktin sangat tinggi (peak prolactin level)
6. Teknik Hands On Pumping / HOP (Menekan / memijat payudara saat sedang dipompa dengan alat)
Jane Morton & koleganya mempublikasikan teknik ini di Journal of
Perinatology tahun 2009. Teknik HOP dapat meningkatkan hasil ASI perah
hingga 48 %, selain itu dapat meningkatkan kandungan lemak dan kalori
dari ASI perah tersebut.
Teknik ini dapat dilakukan pada 1 payudara (1 tangan memegang alat
pompa, tangan yang lain yang melakukan HOP) atau melakukan HOP langsung
pada kedua payudara yang diperah bersamaan, tentu Mama mengenakan hands
free pumping bra. Lihat gambar di comment.
Pastikan bahwa corong pompa/flange ukurannya tepat dan nyaman, hindari
corong pompa yang ukurannya terlalu kecil untuk puting & payudara
Mama. Hal lain, fokuskan penekanan payudara / pemijatan payudara saat
sedang memerah dengan alat di area payudara yang masih keras / ada
gumpalan. Lepaskan tekanan/hentikan pijatan pasca ASI menyembur / LDR
yang kedua dst. Selesai melakukan teknik HOP dilanjutkan dengan teknik
no 3 (lanjutkan dengan memijat payudara dan memerah dengan tangan).
Video panduan teknik Hands On Pumping dari Stanford School of Medicine silahkan klik tautan berikut : http:// newborns.stanford.edu/ Breastfeeding/ MaxProduction.html
Mama yang berada di kondisi Oversupply / Hiperlaktasi tidak disarankan
menjalankan teknik-teknik di atas dan perlu bantuan untuk mengatasi
hiperlaktasinya.
Semoga teknik-teknik di atas dapat dicoba . Terus berlatih (practice
makes perfect) , konsisten, berpikiran positif dan tetap semangat
smile emoticon
Happy breastfeeding #WBW2015 #pekanASIsedunia
Thank you Mama Lerina Sinaga dan Mama Ratih Nur Aisyah atas foto kerennya:)
Note : Akan terbit di Web The Urban Mama (TUM) : http://theurbanmama.com/
Saya, Konselor Menyusui, La Leche League (LLL) International Leader,
Penulis, Ibu 2 putra yang jatuh bangun menyusui kedua putra saya 8 tahun
lalu tanpa ilmu tanpa dukungan merasa selalu terpanggil untuk membantu
dengan segala resources yang saya ketahui & saya punya. Tidak pernah
-Insya Allah- judging ini itu -silahkan cek semua tulisan saya dan bisa
cek / tanya ke entah berapa banyak Ibu yang pernah saya bantu / ketemu
saya. Dan satu lagi, Niat kita itu urusan kita sama Allah Ta'ala ya ,
gak perlu orang lain sibuk urusin
smile emoticon
Alhamdulilah salah satu peserta Seminar TUM yang lanjut Konseling sama saya laporan :
makasih banyak teh Fatimah Berliana Monika Purba tips2 dari seminar kmrn
udah mulai ak praktekkan dan mulai bertambah hasil perahannya.. memang
ga ada yg instan ya teh, asal mau sabar dan telaten.. dan ak seneng
banget skrg udh paham teknik memerah pake tangan.. yaayy.
